Monday, 17 September 2012

Pelarian Jiwa

Indah yang dulu
Kau bobokkan aku
dengan sari kuntum kuntum mawar merah
hanya yang tersohor sejahtera
dari taman larangan bendahara
dan. . .
hari hari yang yang terkandung
serupa inderaloka kepunyaan bidadari
Indah.
Betul, tak tipu.

Indah yang dulu
Kau bobokkan aku
dengan tulisan berangkai yang aku kira terlawa
hanya kau yang boleh hias serapi itu
dari renung monolog jiwa
dan. . .
hari hari yang terkandung
serupa garam dalam natrium silikot dan air suling
Indah.
Betul, tak tipu.

Indah masa ini
Kau bobokkan aku
dengan sari kuntum kuntum mawar layu
yang kau pungut dari jalanan kaku
dan. . .
hari hari yang terkandung
serupa binaan buruk tak punya penghuni
Indah.
Betul, tipu.

Indah masa ini
Kau bobokkan aku
dengan tulisan dan ruang kosong tak terisi
berkirai tak terjaga
dan. . .
hari hari yang terkandung
serupa kodok balang dan klorofonnya
Indah.
Betul, tipu.

Berdenyut tabahlah selagi terdaya
Sampai terhenti segala rasa
Buat seorang pelarian jiwa




Sincerely,
Me.


No comments:

Post a Comment

Do leave your comment.
I thank you.

.Tiap cantuman aksaraku dan seisinya adalah yang terpinjamkan dariNYA.